3 Solusi Ekonomi Prabowo Sandi, Menebus Kesalahan RS atau Ingin Tampil Gagah, 'Ekonomi Emak'?



Badai pasti berlalu. Itulah yang mungkin sedang diyakini pendukung Prabowo-Sandiaga dan seluruh BPN-nya (Badan Pemenangan Nasional). Bayangkan saja strategi untuk bisa menaikkan daya elektoral Prabowo-Sandiaga, yakni kasus Ratna, bukannya berhasil malah menuai kegagalan. Bahkan setelah gagal misi yang dibebankan ke Ratna, Ratna seolah dicampakkan, dan malah menyatakan dia adalah penyusup bagi tim Prabowo-Sandi. 

Dengan strategi ini, ketika posisi menang, akan menang besar-besaran, tapi jika kalah, tidak sampai terjatuh dan lunglai. Bayangkan saja jika menang, dimana kata Prabowo atas kasus yang menimpa Ratna,dimana seperti yang dilansir oleh kompas.com (2/10/2018), dikatan bahwa Prabowo akan menjumpai Kapolri. 

Jika Kapolri tidak menemukan siapa pelakunya, siapa penganiaya Ratna, itu menjadi awal dan alasan Prabowo untuk menjatuhkan Kapolri. Tentu lewat desakan massa Prabowo untuk menekan Jokowi supaya segera mencabut posisi Kapolri dari Tito Karnavian. 

Tentu akan menambah dengan bumbu atas kasus yang sudah menimpa Novel Baswedan, penyidik KPK. Dimana sampai sekarang polisi belum bisa menemukan siapa pelakunya. Meskipun beliau sekarang sudah aktif kembali bertugas di KPK, ketika polisi sudah mengantongi sketsa wajah pelaku, kenapa belum ada kabar yang terdengar siapa pelakunya.

Tapi sayang, kok bisa polisi sudah mengendus ada bau busuk atas kasus Ratna. Kok bisa polisi sudah inisiatif duluan, bahkan sebelum Prabowo konferensi pers, polisi sudah siap dengan mengumpulkan segala bukti-bukti yang ada. Bukti dimatangkan dan didokumentasikan, sehingga menjadi dasar awal dan alasan awal untuk bisa menetapkan status lanjutan atas laporan polisi yang sudah masuk oleh masyarakat. 

Sehingga ketika akan segera berangkat ke Cile, Polisi sudah matang untuk menetapkan Ratna sebagai tersangka, dan langsung mengamankan beliau dari bandara. Padahal biasanya Polisi agak sulit untuk menetapkan proses ketersangkaan seseorang. Sebab sampai belum ada bukti yang kuat, menjadikan seseorang tersangka, tentu proses ini agak lambat.

Akhirnya jebakan batman yang sudah dipasang sedemikian rupa, gagal dengan sendirinya. Skenario yang sudah disiapkan jauh-jauh sebelumnya amblas seketika. Maka tak heran, banyak orang atau partai menyatakan,termasuk PSI, meminta supaya kasus Ratna jangan sampai terhenti hanya kepada dia. Melainkan harus juga bisa menyasar ke tersangka-tersangka baru lainnya. 

Tidak bisa kita pungkiri bahwa naiknya dolar bahkan sudah menembus angka Rp.15.000 lebih. Tentu cepat atau lambat, akan sangat berpengaruh dengan sistem dan roda perekonomian kita. Para pengusaha yang biasa melakukan bisnis dengan negara luar apalagi ketika bahan baku, suku cadangnya ataupun barang jadinya berasal dari luar, tentu akan kesulitan jika dolar menembus angka lebih dari Rp.15 ribu. 

Jadi seakan musim dolar yang sedang naik sekarang, pas momennya untuk bisa melupakan badai Ratna, yang menimpa Prabowo-Sandiaga, mereka kembali konferensi pers untuk memberikan solusi yang tepat atas perekonomian yang kian sulit. Terutama mengatasi dolar yang akan terus bertahan bahkan akan meningkat hingga Rp.16.000 di tahun 2019.

Dimana prediksi makin buruknya perekonomian Indonesia ini, dimana seperti yang dilansir oleh kompas.com (6/0/2018), tanpak orang yang tampil untuk ngomong masalah itu adalah para ahli dan mantan pejabat di bidang ekonomi bangsa. Ada Fuad Bawazier adalah mantan gubernur BI, dan ada juga Rizal Ramli, mantan Menko Perekonomian.

Ada 3 solusi ekonomi yang ditawarkan yang seakan ingin menebus kesalahan kepada Jokowi. Yakni pertama, kurangi impor komoditas besar, kedua. Menaikkan pajak impor mobil. Ketiga, mewajibkan hasil ekspor masuk ke sistem perbankan.

Tapi apakah Jokowi akan tertarik dengan masukan yang mereka berikan dalam konferensi pers yang mereka gelar? Apakah Jokowi tidak punya ahli ekonomi sekelas Fuad Bawazier ataupun Rizal Ramli, maupun Kwik Kian Gie yang sudah menjadi penasehat ekonomi mereka?

Atau ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa mereka masih ada dan masih sanggup untuk membenahi bangsa ini terutama untuk bisa memulihkan perekonomian bangsa ini yang memang sedang lagi terpuruk. 

Padahal kenyataannya bahwa bukan hanya Indonesia saja yang mengalami goncangan ekonomi yang sangat luar biasa. Ada banyak negara-negara lain yang juga mengalami hal yang sama. Atau ingin membuktikan dan memberikan rasa kepastian kepada masyarakat, bahwa jika mereka diberikan kesempatan untuk memimpin bangsa ini, pelemahan ekonomi tidak akan terjadi pada bangsa ini.
Meskipun negara-negara lain ambruk dengan mata uang dolar Amerika, tapi Indonesia tidak akan terpengaruh sama sekali karena sistem ekonomi yang akan dijalankan Prabowo Sandiaga adalah sistem ekonomi yang menyentuh dan melindungi ekonomi emak-emak.

Sumber : https://seword.com/politik/3-solusi-ekonomi-prabowo-sandi-menebus-kesalahan-rs-atau-ingin-tampil-gagah-ekonomi-emak-pDP6NkDy-

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "3 Solusi Ekonomi Prabowo Sandi, Menebus Kesalahan RS atau Ingin Tampil Gagah, 'Ekonomi Emak'?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel