Ratna Ditahan, Prabowo, Fadli Dkk Pasti Menyusul, Ayo Tekan Terus!

Ratna Ditahan

Apapun yang akan disampaikan dan dijadikan dalih oleh tim Prabowo, pada akhirnya mereka harus menerima kenyataan. Bahwa mereka telah ikut menyebarkan berita bohong, memprovokasi dan menyerang lawan politiknya. 

Prabowo menyebut ini pelanggaran HAM. Bercerita dan mengatakan bahwa dirinya telah melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Ratna dan keluarga sedang trauma. Bahkan berhari-hari di rumah sakit tidak mau melaporkan hal ini ke polisi.

Faktanya, rumah sakit yang ditempati adalah rumah sakit khusus bedah. Pada alam nyata, mustahil keluarganya tidak tahu kalau Ratna sedang menjalani sedot lemak, bukan karena dipukuli orang tak dikenal. Jadi kalau Prabowo mengatakan keluarganya trauma dan berhari-hari di rumah sakit, ini kemungkinannya cuma dua. Keluarga Ratna ikut main sandiwara, atau Prabowo yang mengarang cerita sendiri. 

Tapi oke, katakanlah seluruh keluarga Ratna bersandiwara dan Prabowo sebagai korban hoax. Apakah masih bisa diseret ke penjara? bisa. Karena Prabowo telah menyebarkan hoax dibumbui dengan propaganda. Prabowo bukan hanya menyebar hoax Ratna dipukuli orang tak dikenal, tapi juga menyebar hoax bahwa mobil Neno Warisman dibakar orang tak dikenal. Padahal kenyataannya mobil Neno konslet.

Kesalahan Prabowo adalah dia mendatangi Ratna Sarumpaet, dan setelah melihat ada penganiayaan (padahal hoax), dia tidak melaporkan kejadian ini ke polisi. Malah mengadakan konpres politis dan mengatakan bahwa telah terjadi banyak kekacauan dalam alam demokrasi kita. Menurut hukum Indonesia, seseorang bisa dipidana, bisa diseret ke pengadilan apabila dia mengetahui terjadi sebuah kejahatan tapi tidak melaporkannya ke polisi. 

Dengan konpres dan fakta Prabowo tidak melaporkan kejadian ini ke polisi, maka jelas terlihat bahwa dia tidak memiliki niat baik. Justru lebih terlihat memiliki niat jahat karena menebar provokasi, ditambah dengan hoax mobil Neno dibakar orang tak dikenal, padahal konslet.

Sehingga menurut Erick Antasaria, Prabowo memenuhi syarat untuk dipenjara berdasarkan tiga hal. Ada niat jahat. Ada perbuatan jahat. And ada pasal pidana yang dilanggar.
Begitu juga dengan Fadli Zon yang mengabarkan ada luka sayatan di kepala. Seolah benar-benar terjadi pengeroyokan. Sementara Fahri Hamzah yang memprovokasi massa di Menteng, meminta agar Jokowi berhenti jadi Presiden juga sangat terlihat niat jahatnya. Menggunakan cerita hoax untuk menuntut Presiden Jokowi mundur.

Pada intinya, semua provokasi dan tweet kelompok Prabowo, sudah berada di tangan polisi. Sehingga ke depan polisi tinggal menangkap satu persatu tokoh-tokoh tersebut untuk diselidiki dan ditahan.
Saya sangat yakin Prabowo, Fahri, Fadli dan komplotannya pasti dipenjara. Langkah Polri dalam menangani hal ini sudah semakin jelas, Ratna ditahan. Handphone miliknya pasti juga sudah disita polisi untuk dipelajari rekam jejak digital, menganalisis kemungkinan adanya konspirasi jahat untuk membuat hoax dan kericuhan di Indonesia.

Ditambah dengan data-data pamflet yang sudah dicetak, kemudian pemilihan 2 Oktober untuk konpres Prabowo terkait pengeroyokan terhadap Ratna, dimana 2 Oktober adalah hari anti kekerasan internasional. Kebetulankah? Haha sudahlah, saya ini juga paham politik. Setiap langkah politisi selalu diukur.

Jika (hoax) penganiayaan terjadi 21 September, lalu kalian baru konpres 2 Oktober, itu artinya kalian benar-benar mengagendakan hal ini. Apalagi Ratna adalah bagian dari tim kampanye Prabowo, mustahil kalian diam saja dan menunggu sampai 2 Oktober untuk mendatangi Ratna dan konpres.
Kami juga tidak heran kalau dalam sehari, semua elite partai langsung bergerak membuat gerakan-gerakan menggalang dukungan dan simpati. Dari Gerindra, PAN, PKS hingga Demokrat semua kompak menyatakan telah terjadi penganiayaan. Karena semuanya benar-benar terencana dengan baik. 

Kalau sekarang kalian semua kompak berdalih hanya korban hoax, bisakah kalian menjawab pertanyaan berikut?

Kenapa kalian sepakat tidak melaporkan ke polisi?

Kenapa kalian sepakat membuat cerita dan kronologis penganiayaan? Padahal di antara kalian ada yang belum bertemu Ratna dan melihat sendiri kondisinya.

Kenapa kalian memilih 2 Oktober? Padahal kejadiannya 21 September?

Kalau memang baru tahu dari sosial media, kenapa kalian sudah membuat pamflet wajah bonyok Ratna?

Kalau kalian semua merasa ditipu Ratna, kenapa kalian satu kata dalam menyerang pemerintah dan Jokowi?

Saya tahu kalian tak akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Karena memang propaganda hoax ini kalian siapkan untuk hal-hal politis, demi kuasa dan demi menang pemilu 2019.
Sehingga bagi saya dan kita semua ini menjadi jelas. 2019 kita harus pilih Jokowi Amin dan pilih partai-partai pengusungnya. Begitulah kura-kura. #JokowiLagi

Sumber : https://seword.com/politik/ratna-ditahan-prabowo-fadli-dkk-pasti-menyusul-ayo-tekan-terus-ups57D-Ad

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ratna Ditahan, Prabowo, Fadli Dkk Pasti Menyusul, Ayo Tekan Terus!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel